Cerita Rakyat Aceh - Unok
Alkisah,Unok adalah seseorang makhluk halus atau Aulia
yang bertubuh besar dan tinggi.Ia juga seseorang muslim atau orang yang
beragama Islam dan menjadi seseorang ulama.Bila ia ingin Sholat atau
bersembahyang,ia selalu sholat di Mekkah.Sedangkan bila ia ingin menunaikan
Sholat Jum’at atau Bersembahyang pada hari Jum’at,karena bagi orang Islam Hari
Jum’at adalah hari Suci,Unok menunaikannya di Tanah Gayo,Aceh.Sedangkan
kendaraan yang dipakainya belum dapat dipastikan.
Dikisahkan,Unok mendapatkan wahyu dari Tuhan yang Maha
Kuasa,Sang pencipta dan penguasa langit,bumi,dan seisinya.Tuhannya mengatakan
bahwa akan terjadi mala petaka di tanah Gayo yang akan diturunkan oleh Tuhan
pada suatu masa,yaitu air bah yang menghancurkan harta benda dan raga manusia
ini seluruhnya“Wahai Unok,ingatlah.Pada suatu saat nanti,Aku akan menurunkan
sebuah malapetaka pada Tanah Gayo,yaitu air bah yang menghancurkan harta benda
dan ragamu seluruhnya”.
Oleh karena itu,untuk menyelamatkan diri dan para
penduduk Gayo,Unok mencabut pohon kayu berukuran besar yang tumbuh dipinggir
Danau Laut Tawar.Unok menarik-narik pohon besar itu dengan melewati lautan yang
luas sampai ke Mekkah.Kayu dari pohon besar itu akan ia buat menjadi sebuah
perahu besar.Perahu itu rencananya akan digunakan untuk dinaiki para penduduk
Gayo dan dirinya untuk menyelamatkan mereka semua pada saat malapetaka tersebut
datang.Unok berusaha membuat perahu besar tersebut dari pohon kayu besar yang
didapatkannya dari tepi Danau Laut Tawar.Konon,Danau Laut Tawar tersebut
menjadi semakin luas seperti keadaannya pada dewasa ini karena bekas Pohon Kayu
besar yang dicabut Unok.
Dikisahkan pula,Danau Laut Tawar merupakan tempat
Putri Kahyangan atau Putri Tujuh sebagai tempat pemandian mereka.Pada saat
Putri Bungsu turun,datanglah seorang pemuda yang bernama Malim Dewa mengintai
mereka menurut cerita itu.
Sumber : carakapurwa

0 komentar:
Posting Komentar